Wednesday, August 16, 2006

KAIN DAN HABEL

Cerita mengenai Kain dan Habel, sudah bukan cerita yang asing lagi dalam telinga kita sebagai orang percaya, bahkan jika kita lahir dan dibesarkan dalam keluarga Kristen, cerita ini sudah kita dengar sejak kita kecil, entah dari orang tua kita sendiri atau dari guru sekolah minggu kita. Tapi sayangnya cerita ini seringkali diabaikan, karena dianggap hanya sekedar cerita, ataupun diabaikan karena ketidak mengertian kita akan apa maksud dan peranan Allah dalam cerita tersebut.


Mari kita fokuskan pembahasan Kain dan Habel kepada persembahan yang mereka bawa kepada Allah dan reaksi Allah terhadap persembahan masing-masing. Kejadian 4:1-5 => "Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahandari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram."

Apa yang salah dengan persembahan Habel ? sehingga Allah menolaknya mentah-mentah ? beberapa orang berkeseimpulan (termasuk saya dahulu) bahwa faktor yang menyebabkan persembahan Kain di tolak adalah karena Kain mempersembahkan "sebagian" dari hasil tanahnya. Tapi ternyata tidak, karena Habel juga mempersembahkan se-ekor anak sulung kambing dombanya, bukan seluruh ternaknya. Jadi dimana letak perbedaan yang signifikan itu ? Jawabannya ada di Kejadian 3:17-19 => "Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."


Karena dosa, bumi dan semua yang ada di dalamnya menjadi terkutuk, termasuk manusia, sehingga manusia harus berusaha, bersusah payah dan berpeluh untuk bisa bertahan hidup dan mengais rezeki. Allah menolak persembahan Kain, KARENA ITU ADALAH HASIL USAHA DAN KERINGAT KAIN, sehingga apa yang dipersembahkan oleh Kain adalah HASIL DARI PERBUATAN DAGING. Jelas ini tidak akan pernah bisa diterima dan menyukakan hati Allah. Tuhan Yesus ketika bercakap-cakap dengan perempuan Samaria pun menegaskan kembali : "Allah itu Roh, dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran" (Yohanes 4:24). Rasul Paulus juga menyampaikan hal yang sama : "Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah" (Roma 8:8)

Sebaliknya, Habel, yang dia persembahkan adalah benar-benar hasil PERBUATAN ROH, darimana saya bisa yakin akan hal ini :

1. Pekerjaan sebagai gembala pada waktu itu bukanlah pekerjaan dan mata pencaharian manusia, karena pada jaman itu manusia hanya makan tumbuhan dan biji-bijian, baru setelah peristiwa air bah, Allah memberikan daging binatang kepada manusia sebagai makanan. Menjadi gembala pada waktu itu adalah hal paling konyol dan tidak masuk akal, tetapi saya percaya Allah sendiri yang meminta Habel untuk menjadi gembala, dan Habel taat kepada rencana Allah sekalipun tidak masuk akal.

2. "Tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan" (Ibrani 9:22)Apa yang dilakukan Habel, adalah nubuatan dari PENEBUSAN OLEH KRISTUS DI KAYU SALIB. Jadi jelas Allah memiliki rencana yang adikodrati yang Dia tanamkan dalam hidup Habel. Jika kita memperhatikan dengan seksama semua kisah di Alkitab akan kita temukan rencana-rencana Allah yang tidak masuk akal dilakoni oleh tokoh tokoh didalam Alkitab, termasuk SANG MAJIKAN, YESUS KRISTUS. Dan jangan kuatir, Allah memiliki juga RENCANA SPECIAL YANG ADIKODRATI KHUSUS BAGI MASING-MASING KITA. Maukah kitataat dan menjalaninya dengan setia ? Pilihan ditangan anda.

Jadi saudaraku, belajarlah dari peristiwa Kain dan Habel, bahwasanya Allah tidak akan pernah bisa berkenan dan menerima persembahan kita yang berasal dari USAHA DAGING, tidak perduli seberapa baiknya persembahan kita, jika itu bukan karena DORONGAN DAN PRAKARSA ROH KUDUS, maka Allah pasti menolaknya. Mungkin kita berkata : "Aku sudah melayani pekerjaan Tuhan, bukan hanya di hari minggu, tapi hampir setiap hari, aku sudah melakukan ini dan itu untuk kebaikan, tetapi sekali lagi saya tekankan apakah yang anda lakukan itu karena keinginan dan pemikiran anda sendiri atau karena DORONGAN ROH ?

Mari, kita menjadi seperti Habel, yang mengerti kehendak Allah dan BERGERAK HANYA OLEH DORONGAN ROH.

Dalam ladangNya

Leo Agustinus Yuwono

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home