Friday, February 23, 2007

The Law of The Flesh VS The Law of The Spirit (IV)

1Korintus15:46 "Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; tetapi kemudian barulah datang yang rohaniah."

Dalam tiga artikel saya sebelumnya, saya menulis mengenai hukum daging dan hukum ROH, juga mengingatkan kita semua sebagai umat yang sudah ditebus dan sudah menjadi ciptaan baru, kita harus meninggalkan hukum daging untuk hidup dalam hukum ROH yang memerdekakan.

Saya belajar, walaupun kita sudah lahir baru, kenyataannya kita tidak serta-merta hidup dalam hukum ROH, tetapi kita harus mengijinkan diri kita sendiri untuk masuk dan hidup dalam hukum ROH itu. Ada dua kondisi yang menyebabkan hukum ROH itu berlaku dalam hidup kita :

1. Hukum daging sudah habis kuasanya, giliran hukum ROH yang unjuk kekuatan.
2. Kita sudah mengerti, sehingga langsung memilih hukum ROH ketimbang hukum daging.

Tidak bisa dipungkiri, dalam perjalanan kehidupan kita, kondisi nomor-1 lah yang sering kita alami bukan ? Dalam setiap kesempatan, apalagi jika sedang ada pencobaan, naluri alamiah kita akan dengan segera mengambil inisiatif untuk mencari jalan keluar, sampai sudah mentok, tidak bisa apa-apa lagi, barulah kita berkata :"Ya TUHAN... terserah ENGKAU lah...". Jangan putus asa dahulu.. ini memang TUHAN yang mengijinkan, dan jika kita bereaksi dengan benar sesuai dengan kehendakNYA, maka kita akan dibawa keluar dan mengalami kondisi nomor-2.

Contoh yang sangat baik untuk hal ini adalah Abraham.Kita semua tahu janji TUHAN bagi Abraham, tetapi kenyataanya satu anak pun belum punya dia. Nah... selagi fisiknya masih kuat, masih mungkin untuk melahirkan anak, Sara memberikan Hagar, untuk melahirkan anak baginya, dan logika Abraham berkata : "Ya.. ide yang sangat bagus dan masuk akal... kenapa tidak ? toh nanti itu anak menjadi anakku, darah dagingku juga".

Tetapi TUHAN justru menginginkan anak yang lahir dari Sara dan Abraham, dan dengan sengaja TUHAN menunggu sampai Abraham dan Sara sudah tidak mungkin lagi secara alamiah untuk menghasilkan keturunan.

Smith Wigglesworth mengatakan dengan sangat dahsyat :"Dan ada sebuah tingkat yang lebih tinggi daripada manusia alami, dan ALLAH ingin membawa kita ke dalam tingkat ini, dimana kita akan mempercayaiNYA. Pertama-tama, ALLAH menjanjikan seorang anak laki-laki untuk Abraham. Bisakah seorang anak dilahirkan ke dunia, kecuali sesuai dengan hukum alami ? Ketika semua hukum alam telah berakhir, maka hukum ROH yang akan membawa kelahiran seorang anak laki-laki. Itu adalah hukum iman yang percaya kepada ALLAH yang telah berjanji" (Khotbah yg disampaikan di Good News Hall, Melbourne Australia, 1922).

Jadi ALLAH memang dengan sengaja membawa Abraham sampai kepada titik dimana hukum alamiah sudah tidak mungkin, untuk membuktikan hukum ROH jauh lebih berkuasa dan lebih dahsyat. Dan ALLAH yang sama akan membawa kita kepada tingkat seperti itu juga.


Jadi jelas lah mengapa yang alamiah itu datang atau muncul terlebih dahulu, memang itu sengaja dimunculkan, dinyatakan, dengan tujuan supaya kita sadar dan mengerti bahwa hukum alamiah itu terbatas dan tidak ada gunanya selain untuk direndahkan bahkan dihapuskan dan digantikan dengan yang lebih mulia yaitu hukum ROH yang menghidupkan.

Kondisi nomor-2, dimana kita bisa dengan segera mengerti dan langsung menggunakan hukum ROH, adalah hasil dari proses yang kita alami bersama TUHAN, atau dengan kata lain, setelah kita selesai mengalami kondisi nomor-1 dan menang bersama TUHAN, maka kita akan sampai kepada kondisi nomor-2.

Abraham telah membuktikannya. Setelah dia mengerti bahwa Ishak dilahirkan oleh Sara sebagai akibat dari imannya yang mempercayai hukum ROH diatas semua kemustahilan, maka ketika ALLAH meminta Ishak dikorbankan, Abraham pun dengan penuh percaya, bahwasanya hukum ROH yang sama, yang akan ALLAH kerjakan untuk menghidupkan kembali Ishak. Dan ALLAH memperhitungkan kepercayaan ini sebagai kebenaran ! ..... HALELUYA !!!!

Saya berdoa biarlah ROH KUDUS sendiri mewahyukan dan memateraikan kebenaran ini kepada setiap kita yang membaca (termasuk saya sendiri), seperti halnya ALLAH memateraikannya kepada Abraham.

Dalam ladangNYA
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Wednesday, January 03, 2007

Pada Akhirnya Yang Menentukan Adalah Roh

Pada awal bulan desember, dalam kesempatan Seminar Hukum Roh dan Kehidupan (SHRK), hambaNya Pdt. Petrus Agung purnomo menyampaikan pesan TUHAN mengenai kisah Daud dimasa pemberontakan anaknya, absalom yang dibantu oleh penasihat yang brilian yang bernama Ahitofel.


2 Samuel 16:23 : "Pada waktu itu nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan daripada ALLAH; demikianlah dinilai setiap nasihat Ahitofel, baik oleh Daud maupun oleh Absalom."


Ahitofel sangat cerdas, sangat briliant, sampai2 dicatat dalam Alkitab bahwa nasihatnya adalah sama dengan pentunjuk dari ALLAH sendiri, wow... luar biasa bukan ? tapi kecerdasan, logika dan kekuatan pikiran bukanlah hal yang menentukan dimata TUHAN, roh ahitofel tidak se-briliant otaknya, Ahitofel membiarkan dirinya dikuasi kepahitan, sehingga dia bergabung dengan Absalom untuk melawan Daud (Ahitofel adalah kakek dari Batsyeba, dia tidak terima perlakuan Daud kepada Batsyeba dan suaminya Uria, yang dibunuh secara tidak langsung oleh Daud).


Ahitofel tidak menyadari bahwasanya ketika dia mengandalkan akal budinya, melawan Daud, dia sedang melawan ALLAH yang Maha Kuasa. 2 Samuel 17:14 membuktikannya : "Lalu berkatalah Absalom dan setiap orang Israel :'Nasihat Husai, orang Arki itu, lebih baik daripada nasihat Ahitofel'. Sebab TUHAN telah memutuskan, bahwa nasihat Ahitofel yang baik itu digagalkan, dengan maksud supaya TUHAN mendatangkan celaka kepada Absalom."


Melihat nasihatnya digagalkan, Ahitofel sadar bahwasanya TUHAN masih di pihak Daud, tetapi bukannya bertobat, malah dia mengambil jalan yang salah, 2 Samuel 17:23 : "Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri. Demikianlah ia mati, lalu dikuburkan dalam kuburan ayahnya."


Ketika sampai di penghujung tahun 2006, saya merenungkan kembali kebenaran di atas, ROH KUDUS berkata :"Nak... sudah jelas kan ? toh pada akhirnya yang menentukan adalah roh mu? pada akhirnya yang ALLAH pedulikan dan hitung adalah roh mu ?"


ROH KUDUS berkata demikian dengan maksud mengingatkan kepada saya, karena saya pernah bertanya kepadaNYA : "TUHAN, kalo memang segala sesuatu itu harus selaras dengan jalanMU, mendapat persetujuanMU, dalam segala hal bahkan hal yang terkecil sekalipun kita harus selalu tanya apa mauMU ?, apa dong gunanya otak kita ini yang juga adalah ciptaanMU sendiri ?"


ROH KUDUS sudah memberikan saya jawaban atas pertanyaan saya tersebut (seingat sudah saya sharingkan di artikel saya sebelumnya). Dan sekarang saya lebih yakin lagi dan lebih mengerti lagi bahwasanya roh kita lah yang menentukan di hadapan ALLAH.

Dalam ladangNYA
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Pergantian Tahun... Ayo Berperang !!!

Ditengah hingar-bingar dan kemeriahan perayaan natal, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan 1 Tawarikh 20:1a "Pada pergantian tahun, pada waktu raja raja biasanya maju berperang,..." dan 1 Petrus 2:9 "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan ALLAH sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib".

Pada pergantian tahun, raja raja biasanya berperang untuk melebarkan wilayah kekuasaan, menaklukkan wilayah wilayah baru. Kita ini adalah bangsa pilihan TUHAN, imamat yang rajani, jadi selayaknya lah kita juga maju berperang pada pergantian tahun ini, menaklukkan area-area baru bisa di alam roh, maupun secara jasmani, dan menaklukkan semuanya bagi Kerajaan ALLAH.

Pergantian tahun bukanlah saat santai, saat menikmati, justru menjadi saat yang menentukan untuk kehidupan kita selanjutnya di tahun yang akan datang.

Mari kita maju berperang bersama dengan KRISTUS, PANGLIMA kita, tanya kepada DIA apa yang harus kita taklukkan, beberapa contoh hal-hal yang bisa ditaklukkan :
1. Sifa-sifat atau kedagingan yang belum disalibkan, belum ditaklukkan bagi Kerajaan ALLAH
2. Keluarga, sanak famili yang belum ditaklukkan bagi Kerajaan ALLAH
3. Area/teritori, bisa di sekitar tempat tinggal, sekolah, lingkungan kerja yang belum ditaklukkan bagi Kerajaan ALLAH
4. Area baru lainnya yang TUHAN ingin kita taklukkan.

Mari kita akhiri tahun ini dengan kemenangan atas peperangan yang TUHAN mau bagi kita semua, dan hidup di tahun baru dengan kapasitas yang baru, yang diperluas, otoritas yang baru yang diperlebar, bagi kemuliaan YESUS RAJA diatas segala raja

Dalam ladangNYA
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Monday, December 11, 2006

TIDAK ADA BEJANA LAGI

Pada hari sabtu pagi, 9 Desember 2006, ketika saya dan istri sedang bersiap-siap untuk ambil bagian dalam pelayanan Natal bersama Mahanaim, hadirat TUHAN kuat sekali memenuhi saya, bahkan sampai memenuhi rumah kami, dan TUHAN pun juga sangat jelas minta bahwa DIA tidak ingin diganggu, sehingga siapapun di rumah kami tidak boleh membuka TV, sampai kami pergi dari rumah.

Ditengah-tengah keheningan dan hadiratNYA yang luar biasa, TUHAN meminta saya untuk membuka 2 Raja2 4:1-7
Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya." Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!" Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

Ada satu ayat yang Roh Kudus rhemakan dalam hati saya yaitu ayat yang ke-6, ketika anak janda itu berkata : "Tidak ada lagi bejana". Maka seketika itu juga, minyak itu berhenti mengalir. Minyak berbicara banyak hal bagi kita : Pengurapan TUHAN, Berkat TUHAN, Perkenan TUHAN, dll. Dan kita perlu tahu ada hal yang bisa membuat minyak itu berhenti, yaitu kondisi dimana tidak ada lagi bejana.

Bukankah hidup kita ini adalah bejana ? mari kita lihat apa yang ada dalam bejana kita ? jangan sampai ketika TUHAN ingin menuangkan minyaknya dalam hidup kita, dia mendapati bejana yang penuh, sehingga sangat sedikit, bahkan tidak ada ruang yg kosong dalam bejana hidup kita untuk minyaknya dicurahkan.

Mari, saya mengajak kita semua untuk mulai melihat bejana kehidupan kita, KURAS hal2 selain daripada Minyak TUHAN dalam bejana kita, jangan sampai minyak itu berhenti mengalir dalam hidup kita !
Jika kita sudah menguras semua, dan TUHAN mulai mencurahkan minyakNYA dalam bejana kehidupan kita, ada kemungkinan untuk penuh juga bukan ? BENAR ! mulai salurkan minyak yg kita dapat dari TUHAN sesuai dengan KehendakNYA, maka kita akan terus menikmati Curahan MinyakNYA, sehingga minyak yang kita terima selalu baru setiap hari, dan bukan hanya itu, DIA akan memperbesar kapasitas bejana kehidupan kita, sesuai dengan kerelaan kehendakNYA.

Dalam ladangNYA
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Tuesday, November 21, 2006

Terima kasih Yesus !

Pada hari Senin tgl 20 November 2006 yang lalu, presiden AS George W Bush mengunjungi Indonesia, yang diterima oleh presiden SBY di Istana Bogor. Walaupun kunjungan tersebut hanya 6 jam, berbagai protes menghiasi sudut tanah air kita ini, terutama di Jakarta.


3 hari sebelum kedatangan Bush, saya melihat acara liputan SCTV yang meliput tokoh paranormal Indonesia, Ki Gendeng Pamungkas sedang melakukan ritual Santet (Voodoo) yang ditujukan untuk mengganggu kunjungan Bush ke Bogor. Ditengah-tengah saya menonton acara itu, Roh Kudus menggerakkan hati saya untuk berdoa dan berpuasa, bukan untuk mendukung Bush, tetapi untuk mematahkan kuasa kegelapan, dan menyatakan bahwa hanya Kuasa TUHAN saja yg berkuasa di Indonesia.


Saya pun melakukan apa yang Roh Kudus minta, dan tak lupa saya juga bagikan hal ini kepada teman Cell Group saya, dan juga ke beberapa milist yang saya ikuti, dengan maksud jika ada diantara teman2 saya itu yang juga memiliki beban yang sama, kita bisa saling menguatkan dan berdoa bersama bagi Indonesia.

Saya saat ini berada di Korea, tetapi saya memantau terus kondisi pasca kedatangan Bush di Indonesia melalui detik.com dan juga saya bertanya kepada teman2 yang di Jakarta update terakhir kedatangan Bush di Indonesia. Dan Puji TUHAN, semua berjalan lancar, tidak ada insiden apapun.

Terlalu naif sekaligus sombong, jika saya menyatakan bahwa itu semua adalah karena apa yang saya lakukan. Tetapi saya saat ini hanya mau bersyukur, bahwasanya TUHAN masih menghitung saya sebagai laskarNYA untuk membela Indonesia, TUHAN masih memberikan kepercayaan yang begitu penting kepada saya menyangkut Indonesia. Saya percaya banyak sekali anak-anak TUHAN yang juga berdoa bagi Indonesia terkait dengan reaksi dari paranormal tersebut.

Mari saudaraku, bergabunglah menjadi laskar Allah, dan jadilah setia karena anugerahNya !

Terima kasih Yesusku atas kasih setia Mu, atas kepercayaan Mu kepadaku, dan tentu saja aku tidak lupa bahwa itu semua semata-mata hanyalah anugerahMu!
Segala kemuliaan hanya bagi Yesus, Allah Bapa dan Roh Kudus. TRITUNGGAL yang Esa ! I LOVE YOU


Dalam ladangNYA
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Wednesday, November 08, 2006

FITNESS YUUUKKKKKK

1 Timotius 4 : 7b-8 => "Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang."

Kata ibadah di dalam ayat tersebut menggunakan kata gerika : Eusebeia
Eusebeia (Greek:εὐσέβεια, from eu meaning "well", and sebomai meaning "reverence", itself formed from seb meaning sacred awe and reverence especially in actions) is a Greek word abundantly used in Greek philosophy as well as in the
New Testament, meaning inner piety, spiritual maturity, or godliness. ==> (sumber : wikipedia)

Jadi ibadah yang dimaksud bukanlah sekedar aktifitas jasmaniah kita, seperti datang ke kebaktian, ikut komunitas sel, ikut pelayanan, dll. Tetapi yang dimaksudkan adalah AKTIFITAS ROH KITA YANG BERTUJUAN AGAR ROH KITA MATURE.

Seperti halnya tubuh jasmani yang butuh latihan agar bisa tetap bugar dan sehat, manusia roh kita pun juga butuh latihan, apalagi manusia roh kita ini juga adalah laskar-laskar Kerajaan ALLAH, maka latihan yang berkualitas dan yang ter-arah sesuai dengan panggilan dan posisi kita masing-masing sangatlah diperlukan.

Pelatih yang baik pun juga diperlukan, karena tanpa pelatih.. kita tidak akan bisa melakukan latihan roh dengan benar dan berhasil. Sudah bisa ditebak.. satu satunya pelatih yang berkompeten dalam hal ini adalah ROH KUDUS itu sendiri.

ROH KUDUS sudah memiliki program latihan yang pasti, dan tepat untuk masing-masing kita, jangan pernah mencoba untuk meniru latihan milik orang lain, karena itu tidak akan berdampak pada manusia roh anda. Jadi mulailah untuk mengetahui secara langsung dari ROH KUDUS apa latihan yang harus dijalani oleh manusia roh anda, dan lakukanlah itu.

Berdasarkan pengalaman saya, latihan itu dimulai dengan latihan dasar dahulu, dan itu adalah : MENGENALI SUARA SANG PANGLIMA dan TAAT. Ini penting sekali, karena jika kita tidak bisa mengenali suara sang panglima di medan perang, kekalahan sudah pasti di pihak kita.

Bentuk dari latihan ini bisa bermacam-macam, misalnya : kita diberikan beban untuk berdoa untuk teman kantor / sekolah, walaupun kelihatannya teman kita tersebut baik-baik saja, tetapi jika kita taat, maka ROH KUDUS akan bawa kita lebih jauh lagi.

Jika kita setia dalam latihan kita, maka DIA akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas latihan kita, dan otoritas yang diberikan kepada kita pun akan meningkat. Jika kita melihat demonstrasi kuasa ALLAH yang sangat dahsyat yang dilakukan oleh senior rohani kita : Benny Hinn atau Morris Cerullo, dll. Itu tidak datang secara instant, tetapi melalui latihan bersama ROH KUDUS secara terus menerus, dan dimulai dari hal yang kecil dan sederhana.

Aktifitas-aktifitas seperti datang ibadah, komunitas sel, pelayanan, bisa juga menjadi salah satu bentuk latihan manusia roh kita, asalkan itu semua masuk dalam daftar latihan kita bersama ROH KUDUS, contohnya : kita masuk dalam pelayanan sesuai dengan waktu yg ROH KUDUS mau, dan jenis pelayanan nya pun sesuai dengan apa yang ROH KUDUS instruksikan.

Percayalah saudaraku, latihan untuk manusia roh kita dalam bimbingan ROH KUDUS lebih bermanfaat daripada latihan untuk jasmani kita. Jadi pastikan kita meluangkan waktu lebih untuk FITNESS MANUSIA ROH kita.

dalam ladangNYA
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Wednesday, October 18, 2006

DIET SEIMBANG

Matius 4:4 => Tetapi Yesus menjawab : "Ada tertulis : Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Ketika saya merenungkan ayat tersebut, ROH KUDUS mengingatkan kembali, bahwasanya kita ini bukan hanya sekedar manusia daging, tetapi memiliki roh, bahkan hakekat sesungguhnya dari setiap kita ini adalah roh kita, bukan daging atau fisik kita. Dan makanan untuk roh kita adalah : FIRMAN YANG KELUAR DARI MULUT ALLAH.

Jika kita mengerti hal tersebut, tentu kita akan memberikan porsi yang lebih kepada manusia roh kita, agar tetap bugar dan sehat, dan tentu saja layak di hadapanNYA. Faktor penting yang saya mengerti berkenaan dengan menjadikan manusia roh kita bugar dan sehat :

DIET SEIMBANG

Seperi halnya manusia jasmani, manusia roh kita juga butuh makanan yang baik, sehat dan menunjang pertumbuhannya. Dalam kutipan ayat diatas, jelas sekali bahwa makanan bagi manusia roh kita adalah : FIRMAN YANG KELUAR DARI MULUT ALLAH.

Bukan sembarang FIRMAN, tetapi FIRMAN yang memang menjadi bagian kita. Bagaimana kita tahu FIRMAN tersebut adalah makanan yg menjadi bagian kita ? ROH KUDUS yang akan memberitahukannya kepada kita. Kita harus mempercayakan DIET ROHANI kita kepada ROH KUDUS.

Kita bisa juga memilih sendiri makanan yang menjadi DIET ROHANI kita, tapi akibatnya akan sangat fatal, krn jika kita memilih sendiri, cenderung kita memilih yang enak-enak saja.. misal : berkat saja. Hal ini justru akan membunuh manusia rohani kita.

Jadi sekali lagi, percayakanlah DIET ROHANI anda kepada ROH KUDUS ! Jangan memilih milih sendiri DIET ROHANI anda !!


Dalam ladangNYA
Leo Agustinus Yuwono


Labels:

Sunday, September 03, 2006

Pemeran Pengganti

Dalam industri film, pemeran pengganti sangatlah diperlukan, guna menjaga sang aktor dari kemungkinan buruk atau kecelakaan karena adegan berbahaya yang harus dilakoninya dalam film tersebut. Pemeran pengganti diperlukan karena ketidak mampuan sang aktor.
Seringkali dalam perjalan kehidupan rohani kita, kita juga menuntut adanya pemeran pengganti bagi Roh Kudus dalam perjalanan pertumbuhan rohani kita. Dan seiring dengan banyaknya tuntutan diatas, maka banyak dari kita juga yang dipercayakan menjadi pemimpin berusaha menjadi pengganti bagi Roh Kudus.


Melalui artikel ini, ijinkanlah saya mengingatkan setiap kita, jika kita berada dalam kondisi diatas (entah itu yg menuntut ataupun yg menjadi pemeran pengganti), kita berada dalam kondisi yang saya sebut sebagai : Perzinahan Rohani. Bertobatlah saudaraku !

Beragam alasan yang dikemukakan oleh tubuh Kristus, ketika menuntut pemeran pengganti tersebut, seperti : "Aku belum cukup dewasa rohani, untuk mendengar suara dan tuntunan dari Roh Kudus", "Aku tidak memiliki waktu untuk mengembangkan kepekaan rohani ku", dan segudang alasan lainnya.

Yesus mati di kayu salib, untuk MENEBUS DOSA kita, sekaligus juga : MENGEMBALIKAN PERSEKUTUAN KITA DENGAN BAPA ! Jangan lupa itu ! PERSEKUTUAN DENGAN BAPA bisa kita jalani saat ini selagi kita masih ada di dunia, melalui pertolongan ROH KUDUS, bukan pertolongan siapapun ! Memang benar pada awal-awal pertobatan kita, kita membutuhkan orang yang lebih dewasa rohani untuk membantu melatih kepekaan kita, tapi hal itu seharusnya tidak permanen, kita harus menyadari bahwasanya KITA HARUS MEMILIKI HUBUNGAN PRIBADI DENGAN KRISTUS, dan orang yang membimbing pun harus sadar bahwasanya dia harus membimbing ke arah Kristus, bukan kearah dirinya sendiri ! melatih sang junior rohani untuk memiliki HUBUNGAN PRIBADI DENGAN ROH KUDUS.

Apapun jawatan yang Tuhan percayakan kepada siapapun diantara kita, itu dimaksudkan untuk memperlengkapi gereja, bukan sebagai pengganti dari Roh Kudus.

Dalam ladangNya
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Monday, August 28, 2006

DUA MACAM BENIH

Shallom rekan-rekan semua.... sudah lama rasanya saya tidak posting-posting lagi, akhir-akhir ini saya sedang menikmati persekutuan saya dengan Tuhan, dan baru kali ini Tuhan memberikan "roti" lagi untuk di post.

Pada pagi hari selasa 15 Agustus kemarin (tepat di hari ulang tahun saya), ketika saya merenungkan Firman Tuhan mengenai benih Illahi, Tuhan memberikan saya sebuah rhema dalam Matius 13:24-30 : Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu ? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

Dalam ayat 37-43 Tuhan Yesus menjelaskan arti dari perumpamaan diatas, ladang yang dimaksudkan adalah dunia ini, secara lebih spesifik, ladang adalah setiap manusia di dunia ini, itu berarti termasuk saya dan anda. Berarti dalam hidup setiap kita akan selalu ada dua benih yang ditaburkan, benih yang baik (gandum) yang ditaburkan oleh Anak Manusia, dan benih yang jahat (lalang) yang ditaburkan oleh Iblis, sang musuh.
Dua benih itu sepintas kelihatan sama, dan bahkan ketika sama2 bertumbuh pun, masih kelihatan sama (gandum dan lalang sama-sama kelihatan seperti rumput dalam masa2 awal pertumbuhan). Baru setelah pertumbuhan penuh, kelihatan bedanya, gandum berbulir, sedangkan lalang kosong melompong, tidak berbulir, hanya berbunga saja.

Sama halnya dengan benih rohani yang ditaburkan dalam hidup kita, dua-duanya kelihatan sama dan mirip, contohnya : Tuhan memberitahukan kepada Joko : "Nak, Aku akan pakai kamu untuk menjadi alatKu, tapi nanti ya tunggu waktunya, Aku akan beritahukan alat seperti apa nanti". Itu adalah benih (rhema) yang Tuhan sendiri taburkan, nah dengan segera Iblis pun juga akan menaburkan benihnya : "Tuhan bilang Dia mau jadikan kamu alatNya kan ? nah itu di gerejamu ada butuh pelayan,singer (misalnya), kamu ambil aja". Dan secara tak terduga juga, pemimpin jemaat juga berkata kepada Joko bahwa memang dibutuhkan satu orang singer. Kalo si Joko ini dengan segera memutuskan untuk menjadi Singer, dia sudah memilih benih yang jahat, karena mungkin yang Tuhan mau, Joko menjadi seorang pengajar.

Hati hati sekali dengan dua macam benih ini, karena sejak dari semula pencobaan semacam ini yang membuat manusia jatuh, Hawa pun jatuh karena buah pohon pengetahuan itu kelihatan baik untuk dimakan, sedap kelihatannya dan memberi pengertian (Kejadian 3:6). Dalam contoh diatas menjadi singer pun kelihatan baik untuk dilakukan, bisa memuliakan Allah, dan mungkin bisa berupa penggenapan rhema yang Tuhan berikan, tetapi ternyata kehendak Allah adalah bagi Joko adalah menjadi seorang Pengajar, maka si Joko sudah tidak taat kepada Allah.

Hawa dicobai Iblis dengan benih palsu yang jahat, Abraham juga (sehingga lahirlah Ismael), Tuhan Yesus juga dicobai di padang gurun dengan hal yang sama, Iblis mencoba menaburkan benih palsu itu, tetapi Tuhan Yesus bisa menang ! Haleluya !, kitapun bisa menang, asal kita hidup didalam Yesus.

Benih jahat yang ditawarkan Iblis pada hakekatnya adalah Jalan Pintas untuk menggenapi rencana Tuhan. Tetapi kenyataannya tidak pernah ada jalan pintas, JANGAN TERTIPU !
Hanya dengan hidup bergaul karib secara pribadi dengan Roh Kudus, maka kita bisa membedakan benih yang baik dari yang jahat, dan Roh Kudus akan menuntun kita untuk memilih benih yang baik itu, memelihara benih tersebut sampai bertumbuh dan berbuah, sehingga siap dituai oleh SANG MAJIKAN.

Dalam ladangNya
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Wednesday, August 16, 2006

HIDUP YANG LAPANG

Allah yang kita sembah adalah Allah yang sangat ajaib, yang sangat besar melampaui segala akal kita. Setiap umat tebusanNya juga sadar akan keberadaan Allah yang sangat luar biasa ini. Tapi ironisnya, masih banyak dari kita yang berusaha menempatkan Allah dalam kotak-kotak yang kita pandang itu baik.

Seringkali kita berusaha mengatur Allah, mengenai bagaimana cara Dia berbicara kepada kita, bahan apa yang menjadi topik pembicaraanNya dengan kita, dan lain-lain. Sebuah contoh yang sederhana, ketika kita mulai meminta Allah memberikan tanda kepada kita, kita juga mendikte Dia, agar tanda yang Dia berikan adalah seperti yang kita mau, sehingga ketika Dia bergerak dengan tanda yang bukan permintaan kita, kita dengan segera berkata : "bukan Tuhan itu, karena tanda nya tidak sesuai". Saudaraku... ijinkan saya mengingatkan, jika ada diantara kita dalam kondisi tersebut, kita ada dalam bahaya besar, karena kita pasti gagal dalam mengikut Allah !. Kotak yang kita punya bisa berupa pemikiran atau logika yang kita peroleh dari pendidikan formal di sekolah, ilmu pengetahuan, dllsb.

Untuk mengikut Allah, kita perlu membuang kotak-kotak indah yang kita miliki (biasanya di pikiran kita), dan mulai bermain dengan menggunakan aturannya Allah. Hati serta hidup yang rela dan lapang diperlukan dalam perjalanan penghambaan kita kepada Allah. Nabi Yesaya menuliskan dengan indah dalam Yesaya 54:2-3 : "Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh patok-patokmu. Sebab engkau akan mengembang kekanan dan kekiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi".

Jika kita ingin hidup kita berhasil dalam perjalanan kita bersama Allah, kita harus mau melapangkan kemah kita, tidak menghemat tali-tali yang kita punya. Kemah melambangkan kehidupan kita, kita harus membuang pikiran kita yang sempit, serta mulai memakai pikiran Kristus setiap hari, sehingga kita bisa melihat rencana Allah bagi kehidupan kita. Jika kita mengandalkan mata jasmani kita, maka kita hanya melihat keterbatasan, sehingga kemah yang kita bangun pun akan sesuai dengan batasan yang kita lihat, dan pada akhirnya kita akan mencoba bahkan memaksa Allah untuk masuk ke dalam kemah kita tersebut, suatu usaha yang sia-sia dan bodoh.

Setelah kita mengijinkan Allah membuka mata kita, dan kita melihat rencana Allah bagi kehidupan kita, maka kita harus mulai menancapkan patok-patok kemah kita sesuai dengan batasan yang Allah tentukan. Itulah kapasitas kita, itulah area yang Tuhan beri buat kita. Dan tentunya masih ada kemungkinan untuk terus berkembang ke kanan dan kekiri.

Saudaraku, mari kita memiliki hidup yang lapang, biarkan Allah membuka mata rohani kita, sehingga kemah yang kita dirikan berkenan kepadaNya, dan Dia berkenan tinggal didalamnya, sampai kasih dan kemuliaanNya melimpah dalam kemah kita. Amin !

Dalam ladangNya
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

KAIN DAN HABEL

Cerita mengenai Kain dan Habel, sudah bukan cerita yang asing lagi dalam telinga kita sebagai orang percaya, bahkan jika kita lahir dan dibesarkan dalam keluarga Kristen, cerita ini sudah kita dengar sejak kita kecil, entah dari orang tua kita sendiri atau dari guru sekolah minggu kita. Tapi sayangnya cerita ini seringkali diabaikan, karena dianggap hanya sekedar cerita, ataupun diabaikan karena ketidak mengertian kita akan apa maksud dan peranan Allah dalam cerita tersebut.


Mari kita fokuskan pembahasan Kain dan Habel kepada persembahan yang mereka bawa kepada Allah dan reaksi Allah terhadap persembahan masing-masing. Kejadian 4:1-5 => "Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahandari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram."

Apa yang salah dengan persembahan Habel ? sehingga Allah menolaknya mentah-mentah ? beberapa orang berkeseimpulan (termasuk saya dahulu) bahwa faktor yang menyebabkan persembahan Kain di tolak adalah karena Kain mempersembahkan "sebagian" dari hasil tanahnya. Tapi ternyata tidak, karena Habel juga mempersembahkan se-ekor anak sulung kambing dombanya, bukan seluruh ternaknya. Jadi dimana letak perbedaan yang signifikan itu ? Jawabannya ada di Kejadian 3:17-19 => "Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."


Karena dosa, bumi dan semua yang ada di dalamnya menjadi terkutuk, termasuk manusia, sehingga manusia harus berusaha, bersusah payah dan berpeluh untuk bisa bertahan hidup dan mengais rezeki. Allah menolak persembahan Kain, KARENA ITU ADALAH HASIL USAHA DAN KERINGAT KAIN, sehingga apa yang dipersembahkan oleh Kain adalah HASIL DARI PERBUATAN DAGING. Jelas ini tidak akan pernah bisa diterima dan menyukakan hati Allah. Tuhan Yesus ketika bercakap-cakap dengan perempuan Samaria pun menegaskan kembali : "Allah itu Roh, dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran" (Yohanes 4:24). Rasul Paulus juga menyampaikan hal yang sama : "Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah" (Roma 8:8)

Sebaliknya, Habel, yang dia persembahkan adalah benar-benar hasil PERBUATAN ROH, darimana saya bisa yakin akan hal ini :

1. Pekerjaan sebagai gembala pada waktu itu bukanlah pekerjaan dan mata pencaharian manusia, karena pada jaman itu manusia hanya makan tumbuhan dan biji-bijian, baru setelah peristiwa air bah, Allah memberikan daging binatang kepada manusia sebagai makanan. Menjadi gembala pada waktu itu adalah hal paling konyol dan tidak masuk akal, tetapi saya percaya Allah sendiri yang meminta Habel untuk menjadi gembala, dan Habel taat kepada rencana Allah sekalipun tidak masuk akal.

2. "Tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan" (Ibrani 9:22)Apa yang dilakukan Habel, adalah nubuatan dari PENEBUSAN OLEH KRISTUS DI KAYU SALIB. Jadi jelas Allah memiliki rencana yang adikodrati yang Dia tanamkan dalam hidup Habel. Jika kita memperhatikan dengan seksama semua kisah di Alkitab akan kita temukan rencana-rencana Allah yang tidak masuk akal dilakoni oleh tokoh tokoh didalam Alkitab, termasuk SANG MAJIKAN, YESUS KRISTUS. Dan jangan kuatir, Allah memiliki juga RENCANA SPECIAL YANG ADIKODRATI KHUSUS BAGI MASING-MASING KITA. Maukah kitataat dan menjalaninya dengan setia ? Pilihan ditangan anda.

Jadi saudaraku, belajarlah dari peristiwa Kain dan Habel, bahwasanya Allah tidak akan pernah bisa berkenan dan menerima persembahan kita yang berasal dari USAHA DAGING, tidak perduli seberapa baiknya persembahan kita, jika itu bukan karena DORONGAN DAN PRAKARSA ROH KUDUS, maka Allah pasti menolaknya. Mungkin kita berkata : "Aku sudah melayani pekerjaan Tuhan, bukan hanya di hari minggu, tapi hampir setiap hari, aku sudah melakukan ini dan itu untuk kebaikan, tetapi sekali lagi saya tekankan apakah yang anda lakukan itu karena keinginan dan pemikiran anda sendiri atau karena DORONGAN ROH ?

Mari, kita menjadi seperti Habel, yang mengerti kehendak Allah dan BERGERAK HANYA OLEH DORONGAN ROH.

Dalam ladangNya

Leo Agustinus Yuwono

Labels:

KUK YANG DARI KRISTUS

Lebih lanjut tentang kuk, dalam bahasa Inggris, digunakan kata : Yoke, yang memiliki arti : “a wooden bar or frame by which two draft animals (as oxen) are joined at the heads or necks for working together”. merriam webster’s online dictionary.


Seringkali jika kita mendengar kata Kuk, konotasi negatif yang segera terlintas di benak kita, karena memang Kuk melambangkan perbudakan, pekerjaan berat, dan hal-hal yang tidak enak lainnya. Tapi tahukah anda bahwa kuk itu diperlukan oleh kita ? Tuhan Yesus sendiri yang mengatakannya, dalam Matius 11:29-30 : “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."


Kuk membawa manfaat yang positif dalam penghambaan kita kepada Yesus, seperti definisi yang saya jelaskan diatas, kuk itu selalu untuk mengikat dua binatang (ambil contoh : sapi). Dua ekor sapi yang dipasangkan dalam satu kuk itu adalah sapi yang senior, yang sudah pengalaman membajak, dan sapi yang junior, ini bukan tanpa maksud, tapi jelas sekali tujuannya, yaitu agar sapi yang senior menuntun sapi yang junior, melatih bagaimana cara membajak yang baik, sehingga terjadi regenerasi yang berkesinambungan, disaat sapi yang senior sudah tidak layak untuk membajak lagi, sapi junior sudah ahli membajak, sehingga dia akan mengambil alih posisi yang senior, dan akan ada sapi junior lain yang akan dipasangkan bersama dengan dia. Demikian terus selanjutnya. Sehingga pekerjaan membajak tidak akan pernah berkeputusan.


Demikian juga Kuk yg dikenakan kepada kita, untuk dua pribadi. Pribadi yang pertama kita sendiri, pribadi yang kedua adalah Yesus (yang dalam kehidupan sehari-hari diperankan dengan lembut dan manis sekali oleh Roh Kudus). Itulah sebabnya Tuhan Yesus setelah meminta kita memikul kuk, juga berkata : „belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.“ Jadi Roh Kudus bersama-sama dengan kita dalam satu kuk, dan Dia akan membantu dan menuntun kita bagaimana berjalan dalam rencana Allah, membajak ladang Allah, Indah bukan ?

Memang sepertinya terkekang, tetapi justru disitulah, jika kita bisa bekerja sama dengan Roh Kudus yang ada disamping kita, kita akan menemukan kemerdekaan yang sejati, jalan kita akan selalu dituntun kepada jalan-jalan Allah yang ajaib dan dahsyat, sehingga ladang yang dipercayakan kepada kita selesai dibajak dengan baik, untuk kemuliaan Allah Bapa kita di Sorga ! HALELUYA !!!!!

Pertanyaan saya kepada anda : SUDAHKAH ANDA MENGENAKAN KUK YANG DIBERIKAN KRISTUS ? Jika belum, mari serahkan dirimu dengan rela kepada Kristus, untuk dipasangi kuk itu, dan mulailah belajar memikul kuk itu bersama-sama dengan Dia ! Masih belum terlambat !!!!!


Dalam ladangNya

Leo Agustinus Yuwono

Labels:

KUK SIAPA YANG SEDANG ANDA KENAKAN ?

Galatia5:1
"Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan."

Haleluya ! KRISTUS telah memerdekakan kita dari Kuk penghambaan terhadap dosa !. Lalu setelah kita dimerdekakan apakah kita harus mengenakan kuk yang lain ? Jawabannya adalah YA ! Perlu sekali ! Dan Kuk yang harus kita pikul sebagai ganti kuk dosa adalah Kuk yang dari KRISTUS.


Tetapi kita perlu hati-hati dalam menerima kuk dalam perjalanan pertumbuhan rohani kita. Karena banyak sekali kuk-kuk yang sekilas mirip dengan Kuk yang dari KRISTUS, tetapi sebenarnya itu adalah kuk yang dibuat oleh manusia, dibungkus sedemikian rupa sehingga kelihatan mirip seperti Kuk yang dari KRISTUS. Orang-orang yang bisa melakukan hal tersebut adalah orang-orang yang memiliki otoritas rohani dalam gereja, saya tidak bermaksud untuk mengajak kita semua melawan otoritas, tetapi kita semua harus waspada, dimanapun kita menggabungkan diri dengan gereja lokal, kemungkinan itu selalu terbuka. Tuhan juga mengingatkan saya terus menerus untuk selalu waspada, dan kelak jika diberikan otoritas tidak jatuh dalam hal tersebut diatas.

Jadi bagaimana kita bisa membedakannya ? tidak ada cara lain selain kita membangun kepekaan kita kepada Tuhan secara pribadi, karena hanya KRISTUS lah yang BERHAK mengenakan kuk kepada kita, karena kita telah ditebus dengan darahNya, sehingga DIA memiliki HAK PENUH terhadap kita.


Matius 11:29-30
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Dan juga ijinkan saya dengan kasih Tuhan mengingatkan kita semua, terutama bagi kita yang dipercayakan untuk menjabat otoritas tertentu dalam tubuh KRISTUS (Gereja), dan ada jiwa-jiwa yang berada dibawah otoritas kita, tugas kita adalah membantu jiwa-jiwa tersebut untuk bisa menemukan Kuk yang dari KRISTUS untuk mereka masing-masing.
Orang-orang yang memiliki otoritas juga bisa dipakai oleh Tuhan sebagai kepanjangan tanganNya untuk “mengenakan” Kuk yang dari KRISTUS kepada jiwa-jiwa yang ada di bawah otoritasnya, tetapi sekali lagi kita perlu extra hati-hati, dan perlu sekali lagi check dan re-check pastikan bahwa Kuk yang akan kita berikan kepada jiwa2 tersebut adalah benar Kuk yang dari KRISTUS, bukan Kuk kombinasi, apalagi Kuk Ambisi pribadi !


Kuk Kombinasi adalah Kuk yang dari Kristus tetapi diberikan beban tambahan untuk memenuhi ambisi pribadi, target-target pribadi anda sendiri. Kuk yang demikian hanya akan menimbulkan luka bagi orang-orang yang mengenakannya. Kuk Ambisi Pribadi, adalah Kuk yang dibebankan kepada seseorang untuk memenuhi target dan ambisi pribadi anda sendiri, yang kelihatannya sangat baik, seperti : mengembangkan gereja, meningkatkan penginjilan, membangun networking, dllsb. Tetapi itu sebenarnya bukan kehendak KRISTUS. Dan kuk yang demikian juga tidak kalah destruktifnya dengan kuk kombinasi.


Jadi saudaraku, marilah kita kenakan, dan bantu orang lain untuk menemukan serta mengenakan Kuk yang murni, yang datangnya dari KRISTUS saja !


Dalam ladangNya
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Sunday, August 13, 2006

The Father Who Only Builds

Akhir bulan April 2006 yang lalu, saya mengunjungi Bangkok, seperti biasa, memberikan training kepada kolega disana. Dan disela-sela waktu luang saya, setelah training selesai, saya berjalan-jalan di Emporium Mall. Dan ada satu stand kecil di mall tersebut yang menjual Wrist Band dengan tulisan : THE FATHER WHO ONLY BUILDS.

Saya menghampiri stand tersebut dan menanyakan kepada penjaganya, ini Wrist Band maksudnya apa ? penjaga tersebut menjelaskan bahwa Wrist Band ini dijual untuk memperingati 60 tahun bertahtanya Raja Thailand yang Sekarang, Bhumibol Adulyadej. Dan keuntungan dari penjualan Wrist Band tersebut akan digunakan oleh yayasan yang dikelola oleh Raja Bhumibol tersebut. Adapun tulisan yang tercantum disitu adalah bentuk penghargaan rakyat Thailand kepada Rajanya, karena mereka sangat mencintai dan menghormati Rajanya.


Dasar saya ini orang Kristen, ya langsung aja ada ayat yang lewat di kepala saya Matius 7:11 ”Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Dan sayapun beli Wrist Band tersebut, dan saya pakai setiap hari, karena benda itu mengingatkan saya kepada Bapa yang di Surga, yang selalu memberikan yang terbaik, membangun hidup kita, tidak pernah menghancurkan, karena menghancurkan sudah menjadi trade mark dari iblis.

Yohanes 10:10 “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”. Selain itu roh saya pun berkata : “kalau Raja Thailand yang adalah manusia bisa memberikan hal yang baik kepada rakyatnya sehingga dicintai dan dihormati, Bapaku di Surga jauh lebih baik daripada Raja Thailand, dan Dia jauh lebih layak untuk menyandang gelar THE FATHER WHO ONLY BUILDS.”

Saudaraku, jika saat ini ada diantara kita yang sedang undur, kecewa terhadap Bapa, karena kita melihat sepertinya hidup kita hancur… ketahuilah bahwasanya OUR HEAVENLY FATHER IS THE FATHER WHO ONLY BUILDS. Jika memang ada yang sedang dihancurkan dalam hidup kita, jangan buru-buru kecewa… biarkan Dia bekerja sampai selesai dalam hidup anda, karena kita tidak akan pernah bisa mengerti sepenuhnya pekerjaan Bapa. Pengkhotbah 3:11 “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”

TRUST IN HIM, AND YOU SHALL FIND THAT HE IS FAITHFUL !

Dalam ladangNya
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Be The Immitator Of God

Kira-kira akhir bulan April 2006 yang lalu, saya dan istri mendapatkan pengalaman yang unik, bersama dengan anak kami Jovela yang masih berumur 1,5 tahun. Saat itu, dia memegang deodoran stick yang biasa saya pakai, dan dia mencoba untuk mengoleskan deodoran itu di ketiaknya… lucu sekali.. seperti nonton srimulat.. krn masih kecil, dari 5 kali mencoba mengoles, yang kena tepat di ketiaknya cuman 1 kali.. sisanya meleset terus…. Kami semua yang melihatnya tertawa terbahak-bahak… Saya lantas bertanya kepada istri saya : "Belajar dari mana dia ?" Istri saya pun menjawab dengan yakin seyakin-yakinnya : “Ya belajar dari daddy nya… Vela kan sering liat daddy pake deodoran… nah sekarang ada kesempatan pegang deodoran stick.. dia coba”. Oooo jadi ternyata dia melihat apa yang saya lakukan, dan mencobanya.

”Ya.. demikianlah seharusnya anak belajar”. Ada suara di hati saya yang berkata demikian... segera saya tahu.. ini MAJIKAN saya yang ngomong... Dia lalu membawa memory saya kepada kejadian yang juga unik, tapi saya tidak perhatikan : Sikat gigi, kami biasa menyikat gigi kami sebelum tidur dengan diketahui oleh anak kami, dan tanpa ba bi bu lagi, Vela pun minta sikat gigi, ingin melakukan apa yang kami lakukan. ”Seorang Anak belajar dengan melihat apa yang orang tuanya lakukan”, Roh Kudus melanjutkan. ”Kamu ingat ? kenapa kamu dan adikmu susah banget untuk sikat gigi ? walaupun tahu manfaat dari menyikat gigi?... karena kalian tidak pernah melihat orang tua kalian, khususnya ayah kalian menyikat gigi”.

Loncat hati saya. Bener buanget itu...tiap kali orang tua saya nyuruh sikat gigi.. rasanya koq males buanget... seringnya pura2 tidur.. biar nggak disuruh sikat gigi. Ternyata karena hal yang kelihatannya simple, dan seringkali dilupakan oleh para orang tua : MENJADI CONTOH BUAT ANAKNYA. ”Demikian juga halnya yang terjadi dengan pertumbuhan rohani kita”, seperti biasa Roh Kudus melanjutkan penjelasannya. Saya jadi belajar satu hal lagi bagaimana menjadi Orang Tua yang baik buat anak saya.


PERTUMBUHAN ROHANI
Hal yang sama berlaku dalam kehidupan dan pertumbuhan rohani kita, sebagaimana dicontohkan oleh Yesus sendiri, Yohanes 5:19 ”Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak."
BAPA sudah dan senantiasa menyediakan diriNYA untuk menjadi contoh, menjadi teladan bagi kita semua anak-anakNYA, tinggal kita sebagai anak-anakNYA, percayakah kita kepada BAPA ? Percayakah kita bahwa kita bisa mencontoh BAPA ? maukah kita mencontoh DIA ? maukah kita meluangkan waktu untuk Mencontoh DIA ?
Roh Kudus selalu siap membantu kita semua untuk melakukan hal itu, meneladani Yesus, yang selalu bergantung kepada BAPA dalam setiap tindak tandukNYA.

PARA PEMBIMBING, BAPA ROHANI
Walaupun masing-masing orang percaya memiliki ”fasilitas” akses kepada BAPA, dengan pertolongan Roh Kudus, peran para pembimbing rohani, bapa-bapa rohani juga memiliki peran penting, karena kita semua adalah Tubuh Kristus yang saling terkait satu dengan lainnya, tidak bisa kita bertumbuh sendiri-sendiri.
Yang ingin saya sampaikan disini bagi kita yang dipercayakan untuk menggembalakan jiwa, menjadi pembimbing rohani, kakak rohani, bapa rohani adalah : JANGAN HANYA SEKEDAR MEMBERIKAN PERINTAH, DOKTRIN, PENGAJARAN, JADILAH CONTOH.

Seperti Tuhan Yesus, Dia tidak hanya sekedar memberi perintah, memberikan pengajaran-pengajaranNYA, Dia juga menghidupi apa yang Dia perintahkan, apa yang Dia ajarkan. KehidupanNYA transparan bagi kedua belas muridnya, yang selalu berada di sisinya 24x7.
Seberapa transparan kehidupan kita bagi semua saudara-saudara seiman kita ? apakah masih banyak topeng-topeng yang kita kenakan ?


Dalam ladangNYA

Leo Agustinus Yuwono

Labels:

LANGKAH STRATEGIS

Minggu lalu saya sudah menguraikan bahwasanya manusia rohani kita, sejak kita memutuskan lahir baru, terima YESUS sebagai TUHAN dan Juruselamat, dihadapkan pada peperangan yang dahsyat, antara TUHAN dan Iblis. Dan saya berdoa semoga ketika anda semua membaca artikel tersebut, maka ROH KUDUS berkenan menyingkapkan mata rohani kita semua, untuk bisa mengerti peperangan yang sedang terjadi, dan tentunya bekerjasama dengan Dia untuk memenangkan peperangan.

Dalam salah satu kesempatan pertemuan Cell Group kami, rekan seperjuangan saya, Bro. Samuel Budiono menceritakan apa yang ROH KUDUS berikan kepada dia, mengenai medan peperangan yang kita semua sedang hadapi. ROH KUDUS berbicara kepadanya, dengan menggunakan perumpamaan, Medan Perang diumpamakan sebagai papan catur, buah putih adalah pasukan Kerajaan Sorga (dimana kita termasuk didalamnya), dan Bapa sebagai pribadi yang memainkan buah putih tsb. Iblis adalah pribadi yg mengendalikan buah hitam, pasukan iblis ini termasuk orang-orang yang dikendalikan oleh dia, dan ternyata, cukup banyak juga orang Kristen yang ternyata ada di barisan buah hitam tetapi mereka tidak sadar (Rick Joyner, the Final Conquest).

Selang beberapa hari setelah pertemuan Cell Group kami itu, ROH KUDUS kali ini berbicara kepada saya secara pribadi, masih mengenai peperangan yang diumpamakan pertandingan catur. DIA berkata : "Orang Kristen yang patuh dan taat terhadap perintah BAPA yang disampaikan melalui AKU, maka langkah-langkah hidupnya diperhitungkan sebagai LANGKAH STRATEGIS di hadapan BAPA, yang artinya setiap langkah yang dikerjakan oleh orang tersebut MEMBERI DAMPAK POSITIF terhadap KERAJAAN SORGA. Dan semua orang yang sudah ditebus oleh DARAH KRISTUS bisa melakukannya, syaratnya : Taat kepada apa yang AKU katakan dan perintahkan"

Dahsyat bukan ? ROH KUDUS melanjutkan : "Walaupun saat ini ada orang yang secara roh punya pangkat prajurit rendahan, tetapi jika dia taat, maka dia bisa mengalahkan musuh yang pangkatnya jauh lebih tinggi dari dia". Setelah saya mengerti akan hal ini, saya tidak lagi berani untuk serampangan dalam setiap tindakan yang saya ambil dalam hidup saya dan keluarga yang TUHAN percayakan kepada saya, bahkan sampai dengan hal-hal yang paling kecil sekalipun.

JANGAN SEPELEKAN HAL-HAL KECIL
Saya memiliki pengalaman yang unik, tepat setelah perjalanan ke Polandia dibatalkan, ROH KUDUS kembali ber-urusan dengan saya, menyingkapkan hal yang saya pikir kecil, tetapi sangat berdampak dalam peperangan rohani saya. Waktu itu ROH KUDUS mengingatkan saya akan perjalanan2 baik itu dalam dan luar negeri yang saya lakukan dalam kurun waktu 7 tahun terakhir, dan saya segera tahu maksudNYA, bahwa dalam perjalanan2 tersebut beberapa kali saya jatuh, atau minimal ketika pulang, saya merasa roh saya lelah luar biasa.

Lalu saya bertanya "Kenapa bisa begitu ya TUHAN ? apa yang salah ? saya berdoa sebelum, dan selama perjalanan saya, istri saya juga mendukung saya, ada rekan2 Cell Group yang mendoakan saya juga, koq bisa begitu?". ROH KUDUS memberikan jawaban yang sangat mengagetkan sekali : "Kamu mau tahu penyebabnya ? Waktu kamu makan, itu penyebabnya". "Lho... apa saya salah makan TUHAN ? Saya 100% yakin juga, kalo sebelum makan saya berdoa". Saya protes dengan nada bingung. "Bukan... bukan masalah itu, tetapi kamu sudah mengijinkan NAFSU menguasai kamu, kamu sudah memanjakan daging kamu, dengan menuruti apa yang dia mau, mentang-mentang semua pengeluaran akan diganti oleh perusahaan tempat kamu bekerja, maka kamu makan se-enaknya, apa yang daging kamu mau, kamu pesan. baca Efesus 4:27 !" begitu pintaNYA.
Efesus 4:27 "dan janganlah beri kesempatan kepada iblis". Kata gerika yang digunakan untuk kesempatan adalah TOPOS yang artinya adalah SPOT atau titik kecil, atau celah kecil. Saya segera mengerti bahwa ketika saya melibatkan nafsu daging saya (nafsu makan) dalam situasi di atas, itu adalah suatu celah buat iblis, dan iblis tidak butuh lobang besar, cukup sebuah SPOT, itu akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menjatuhkan kita, minimalnya membuat roh kita lelah dan tidak bisa berperang dengan baik. Jadi hati-hatilah, waspadalah dalam segala hal, dan JANGAN SEPELEKAN HAL-HAL KECIL.

JANGAN SEPELEKAN PERNIKAHAN ANDA
Hal kedua yang saya ingin kita semua benar-benar memperhatikannya adalah PERNIKAHAN. Hal ini bukan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan biologis semata, tetapi juga sebuah LANGKAH STRATEGIS dalam KERAJAAN ALLAH.
Pernikahan kita dapat dikatakan/dikategorikan sebagai LANGKAH STRATEGIS jika kita menikah dengan orang yang TUHAN tetapkan menjadi pasangan hidup kita. Mengapa demikian ? Ingat perumpamaan catur di atas, jika kita menikah dengan orang yang TUHAN tetapkan, berarti kita melangkah sesuai dengan instruksi dari SANG PEMAIN CATUR yaitu BAPA. Dan impact dari pernikahan yang demikian adalah :
1. Keluarga yang dibentuk adalah keluarga illahi yang sesuai dengan kehendak Allah, dimana suami dan istri menjadi satu, dalam kehendak Allah.
2. Anak-anak yang dilahirkan juga adalah anak-anak yang dalam kehendak Allah, dan anak-anak model ini yang akan menambah deretan prajurit KERAJAAN ALLAH. Jadi jangan asal menikah, walaupun orang yang kita sukai, dan kita harap menjadi pasangan kita sudah lahir baru, bertumbuh dalam roh, tetapi itu belum tentu pasangan yang TUHAN berikan. Tanyakan kepada BAPA siapa pasangan kita, dan sabar menantikan waktunya adalah tindakan yang bijaksana di dalam sebuah peperangan rohani.

Sebaliknya jika kita menikah dengan orang yang bukan TUHAN tetapkan, apapun alasannya (desakan orang tua, karena kita suka kepada orang tsb, dll), kita sedang "melangkah sendiri" tanpa instruksi dari BAPA, dan langkah ini adalah langkah yang sangat berbahaya, iblis akan dengan segera mengambil keuntungan dari langkah yang sembrono tersebut :
1.Keluarga yang dibentuk adalah keluarga daging, dimana iblis dapat dengan gampang mempermainkan dan menghancurkannya.
2. Anak-anak yang akan dilahirkan juga adalah anak-anak secara daging, yang akan dengan mudah dipecundangi oleh iblis.

Bisa tidak diperbaiki jika kita sudah terlanjur dalam kondisi seperti ini ? Jawabannya adalah : BISA, tetapi ADA HARGA YANG HARUS DIBAYAR, UNTUK MENEBUS SALAH LANGKAH TERSEBUT.

MELAYANI PEKERJAAN TUHAN DENGAN BENAR
Ada dua ekstrim dalam memandang pelayanan dalam pekerjaan TUHAN :
1. Menganggap bahwa melayani pekerjaan TUHAN adalah pekerjaan yang paling mulia, panggilan tertinggi yang sangat berkenan kepada BAPA. Sehingga orang-orang yang percaya dengan hal ini, dengan segera mengambil bagian dalam hal ini,entah itu mulai dari Sekolah Alkitab lalu mencoba menjadi pendeta, ataupun terjun langsung menjadi staff fultimer di gereja lokal tertentu.
2. Menganggap bahwa melayani pekerjaan TUHAN adalah pilihan terakhir, jika sudah tidak bisa melakukan bisnis atau usaha lagi, dan juga tidak ada perusahaan yang mau merekrutnya lagi. Orang-orang demikian akan berusaha dengan sekuat tenaga berbisnis ataupun melamar kerja, dan jika pada akhirnya semuanya gagal, mereka akan berkata : "TUHAN tidak mau saya masuk di dunia sekuler, dan ini saatnya buat saya untuk FULL TIME". Dan jika orang tersebut berhasil dalam usahanya ataupun pekerjaannya, maka dia akan melayani pekerjaan TUHAN sebagai "sambilan".

MELAYANI PEKERJAAN TUHAN bukanlah MELAYANI TUHAN, saya sudah membahas hal ini dalam artikel saya :
Melayani Tuhan vs Melayani Pekerjaan Tuhan. MELAYANI PEKERJAAN TUHAN harus lahir dari MELAYANI TUHAN, baru bisa berkenan. Karena apapun yang berasal dari daging adalah pekerjaan daging, dan tidak akan mungkin bisa berkenan dihadapanNYA, tetapi hanya yang lahir dari ROH, yang bisa berkenan dihadapanNYA. Bukankah kita menerima anugerah keselamatan juga bukan dengan usaha manusia ? tetapi oleh karya KRISTUS di kayu salib, dan dengan percaya kepada KRISTUS maka roh kita dilahirkan kembali oleh ROH KUDUS, sehingga kita DIPERDAMAIKAN dengan BAPA, dan kita menjadi layak dihadapanNYA? demikian juga halnya yang berlaku dalam MELAYANI PEKERJAAN TUHAN.

Jika anda sekarang terlibat dalam PELAYANAN PEKERJAAN TUHAN, maka saran saya adalah : Tanyakan kepada ROH KUDUS, apakah yang anda lakukan ini berkenan dan sesuai dengan kehendak BAPA? jika tidak, maka segeralah mengambil tindakan, berhenti dari pelayanan tsb misalnya, atau sesuai dengan Instruksi dari ROH KUDUS. Jika ya, maka teruslah lakukan bagianmu dengan segenap hati untuk kemuliaan BAPA kita di sorga.

dalam ladangNYA
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Thursday, July 13, 2006

Selamat Datang Di Medan Perang

Ketika kita lahir baru, janji-janji TUHAN, berkat-berkat TUHAN menanti kita, disediakan dengan melimpah untuk kita, Tetapi sering orang-orang Kristen justru terlena dengan hal tersebut, mabuk dengan janji-janji ALLAH, dan tidak mau melihat,peduli apalagi mengalami sisi lain dari kehidupan kekristenan.

Ada satu hal yang perlu kita sadari, ketika kita lahir baru, menjadi bayi rohani, kita LAHIR DI DALAM MEDAN PERANG, jadi selain diberikan ucapan selamat menikmati janji-janji ALLAH, saya pikir perlu juga diberi ucapan : ”SELAMAT DATANG DI MEDAN PERANG”. Dan selayaknya medan perang, tentunya ada peperangan disitu, jadi ketika kita lahir baru
kita lahir ditengah-tengah peperangan rohani yang terus menerus berlangsung, antara dua kubu yang sudah kita sama-sama tahu.. yaitu antara Kerajaan ALLAH dan Kerajaan iblis.

Sebagai bayi rohani yang lahir di Kerajaan ALLAH, tentunya iblis tidak akan tinggal diam, iblis akan dengan sekuat tenaga menghancurkan bayi-bayi rohani tersebut, agar jangan tumbuh dewasa, menjadi tentara ALLAH yang tangguh, dan bisa mengalahkan mereka. Tetapi syukur kepada TUHAN, karena ada anugerahNYA, perlindunganNYA terhadap bayi-bayi rohani tersebut, ALLAH akan memberikan proteksi khusus kepada bayi2 rohani sampai kepada waktu yang menurutNYA tepat, untuk melepaskan mereka ke medan perang yang sesungguhnya.

Saya akan fokuskan pembahasan saya pada tahap dimana orang yang sudah lahir baru mencapai tahap dimana ALLAH melepaskan dia kemedan perang yang sesungguhnya. Tentu saja peperangan yang dialami sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya saat itu, yaitu apa yang saya percaya sebagai PEPERANGAN ROHANI PRIBADI TAHAP AWAL.
Dalam tahap ini, ALLAH akan melatih kita, ALLAH akan dengan sengaja membuka sebagian pagar perlindunganNya, sehingga kita memiliki kesempatan untuk bertemu dengan musuh kita, si iblis. Peperangan tahap ini terjadi di pikiran kita.


Oknum-oknum yang ambil bagian di medan peperangan kita (pikiran kita) adalah :
1. Daging, dengan semua keinginannya
Jika kita lapar, maka tubuh akan mengirimkan signal ke otak, otak mengolahnya, dan timbul pikiran bahwa kita lapar, kita butuh akan, dan akan menggerakkan semua organ yg berkaitan untuk mencari pemuas rasa lapar kita. Itu baru contoh kecil. Demikian juga yang terjadi dengan keinginan daging yang tidak berkenan kepada ALLAH, spt percabulan, hawa nafsu, dll.
Roma 8:8 : "Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada ALLAH"

2. Iblis dengan panah apinya
Bagi kita orang-orang yang sudah lahir baru, Iblis tidak dapat merasuk dan menguasai tubuh kita, yang bisa dia lakukan adalah menyerang kita dengan panah apinya, berupa : dakwaan, tuduhan, tipu muslihat, dan tak jarang juga ide2 yang membangkitkan keinginan daging kita seperti pornografi, manipulasi, iri hati, kepahitan,dll.

3. Roh Kita sendiri
Setelah kita lahir baru, roh Kita seperti lahir kembali, menjadi hidup, dan roh kita ini yang mengerti akan kehendak ALLAH, tetapi roh perlu tumbuh, jika masih bayi, mustahil bisa menang didalam peperangan tersebut

4. ROH KUDUS
ROH KUDUS akan menopang roh kita,menguatkan roh kita, dan DIA akan menggunakan Pedang Roh & Perisai Iman dalam peperangan tersebut, sekaligus melatih kita dalam berperang dan menggunakan kedua senjata rohani tsb, termasuk juga senjata2 rohani yang lainnya.

Peta kekuatan peperangan sudah jelas, Iblis yang mengambil keuntungan dari daging dan keinginan daging kita, dan ROH KUDUS yang dengan setia melatih roh kita, hari demi hari untuk berperang.

Kemenangan dalam tahap awal ini adalah : roh kita bisa mengenali ROH KUDUS, mengenali suaraNYA dan taat kepada instruksi yang DIA berikan, sehingga medan pertempuran kita, yaitu pikiran kita bisa kita menangkan, untuk KRISTUS.

2 Chorintians 10:3-6 (KJV) : "For though we walk in the flesh, we do not war after the flesh: (For the weapons of our warfare are not carnal, but mighty through God to the pulling down of strongholds;). Casting down imaginations, and every high thing that exalteth itself against the knowledge1108 of God, and bringing into captivity every thought to the obedience of Christ;"

Mari saudara-saudaraku dalam Kristus,kita menangkan medan pertempuran pertama dan yang paling mendasar dalam hidup kita, yaitu pikiran kita, dengan cara kita membuka manusia rohani kita terhadap ROH KUDUS, dan membiarkan Dia melatih kita untuk berperang dan memenangkan pertempuran.

Selamat bertempur !

dalam ladangNya
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

PASKAH, Yang Terjadi Selanjutnya

Perintah selanjutnya dari TUHAN yang diberikan kepada bangsa Israel melalui Musa, setelah menyembelih anak domba, mengoleskan darahnya ke tiang dan ambang pintu rumah dengan hisop, dan membakar daging anak domba tsb untuk dimakan, adalah Keluaran 12:15 : "Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus d dilenyapkan dari antara orang Israel."

Bangsa Israel sampai dengan hari ini masih melakukan perintah tersebut. Menjelang hari raya roti tidak beragi, mereka membuang semua ragi yang ada di dalam rumah mereka, dan peralatan2 yang pernah digunakan untuk mengolah ragi, ataupun terkena ragi, dibuang, atau dijual kepada orang bukan Israel, dan bisa ditebus kembali setelah selesai perayaan.

Ragi adalah simbol dari ketidak murnian, hal-hal yang bukan berasal dari ALLAH. YESUS juga mengingatkan untuk waspada terhadap ajaran dari orang Farisi, dengan simbol ragi. Jadi setelah kita diselamatkan oleh DARAH ANAK DOMBA ALLAH, TUHAN YESUS KRISTUS, proses selanjutnya yang harus kita lewati adalah : PEMBERSIHAN RAGI dari hidup kita, dengan kata lain akan ada PEMURNIAN dalam perjalanan hidup kekristenan kita, segera (pada hari pertama) setelah kita diselamatkan, dan proses PEMURNIAN itu akan terus berlangsung sampai hari ke-7, yaitu sampai TUHAN YESUS datang ke-2 kali, atau kita yang dipanggil pulang.

Saya sendiri sadar, masih banyak ragi-ragi yang harus dibersihkan dalam hidup saya, akibat dari saya hidup didalam dunia, menerima pendidikan di sekolah dunia selama kurang lebih 17 tahun (dari TK sampai Kuliah S1), filsafat2 dunia yang pernah saya dengar, sedikit banyaknya juga mempengaruhi hidup saya, serta ragi terbesar dalam hidup kita adalah : Keinginan daging dan keinginan mata.

Sakit memang proses yang harus dialami, tapi inilah kenyataan kehidupan Kristen, menyangkal diri dan memikul salib.
Menjadi Selamat, itu GRATIS, cukup percaya dalam hati dan mengaku dengan mulut kita, tetapi untuk menjadi murid KRISTUS berjalan setiap hari dalam tuntunan ALLAH, ada harga yang harus dibayar, salah satunya : Melenyapkan ragi dalam hidup kita. Rasul Paulus menulis dengan sangat indah dalam 1Korintus 5:7-8 : "Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonanyang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran."

Jadi jelas bukan, setelah kita diselamatkan, oleh Anak Domba Paskah, yaitu Kristus Yesus, ALLAH menginginkan kita untuk menjadi adonan yang baru, yang murni, yang kudus, yang benar, yang tidak beragi.

Dalam ladangNya
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Passover Is Not Easter !!

Shallom rekan2 semua... bulan ini, tanggal 14 April 2006, kita Akan merayakan PASKAH.PASKAH dalam bahasa Ibrani adalah PESACH, yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris : PASSOVER yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti : Dilewatkan, atau Diselamatkan.

PASKAH pertama kali dirayakan oleh bangsa Israel dicatat di Keluaran 12, pada waktu ALLAH akan menulahi Mesir dengan tulah ke-10, kematian anak2 sulung. Pada waktu itu masing2 keluarga Israel harus menyembelih anak domba jantan yang tidak bercacat, yg telah dikurung selama 14 hari, dan darahnya diambil untuk dioleskan di tiang2 pintu rumah masing2. Dagingnya dibakar, dan dimakan dengan roti tidak beragi. Kelanjutan cerita itu kita semua sudah tahu, bahwa ketika tulah ke-10 itu melanda Mesir, maka umat Israel, diluputkan, dilewatkan dan diselamatkan. Dan setelah keluar dari Mesir pun, umat Israel masih merayakan PASKAH setiap tahun, sampai dengan saat ini.

Tahukan anda, bahwa TUHAN YESUS itu juga disalibkan pada hari perayaan PASKAH ? Ya... karena DIA juga anak domba, ANAK DOMBA ALLAH YANG SEMPURNA. Apa yang terjadi di Mesir dalam Keluaran 12 adalah lambang dari penyelamatan yang sempurna yang dikerjakan oleh Allah kita. Mari kita lihat analoginya :
Mesir = Dunia, Dosa
Anak domba (binatang) = Anak Domba Allah (Yesus)
Disembelih = Disalib
Darah dioleskan di tiang pintu = DARAH YESUS menebus dosa manusia
Jadi jika disimpulkan, paskah bagi kita, umat tebusan Allah adalah : MERAYAKAN PENYELAMATAN KITA DARI KUASA DOSA dan DUNIA, KARENA KEMATIAN YESUS DI KAYU SALIB

Lalu darimana datangnya Easter ? Easter adalah perayaan orang2 yang tidak mengenal Tuhan, orang2 Inggris kuno (Saxon), menyambut datangnya musim semi, dan dewi musim semi. Lebih lanjut tentang easter bisa dilihat di
http://wilstar.com/holidays/easter.htm

Anda sudah melihat perbedaan PASSOVER dengan Easter. Pilihan ada ditangan anda.. apakah kita mau merayakan PASSOVER ? atau Easter ?As for me and my house, we will serve the Lord !
Dan jika pilihanmu adalah merayakan PASSOVER, mari kita rayakan dengan pengertian yang benar, bahwa YESUS ANAK DOMBA ALLAH YANG SEMPURNA, telah tersembelih, mati di kayu salib, darahnya tercurah, menyelamatkan kita dari belenggu dosa dan dunia, menjadikan kita milikNya.


Segala puji hormat bagi ALLAH yang kita kenal didalam nama TUHAN YESUS KRISTUS, Amen !

Dalam ladangNya
Leo Agustinus Yuwono

Labels:

Monday, June 26, 2006

Manusia Berusaha Tuhan Yang Menentukan ?

Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Sebuah pepatah yang sudah sangat populer ditengah-tengah kita, yang jika dijelaskan dalam bahasa yang lebih mudah : Manusia berusaha dan haruslah berusaha dengan segala yang dimilikinya (tenaga, intelektual, emosi, dll) setelah selesai atau bisa juga selagi manusia berusaha Tuhan akan menentukan, kalau Tuhan menyukai usaha manusia tersebut, maka usaha manusia tersebut akan membuahkan hasil, dan si manusia tersebut bisa mengambil kesimpulan : Tuhan berkehendak, dan berkenan terhadap usahanya. Tetapi jika tidak, maka usahanya akan menemui kegagalan, dan si manusia tersebut mengambil kesimpulan : Tuhan tidak berkenan. Kedengarannya sangat rohani bukan ? karena pada akhirnya kita serahkan kembali kepada Tuhan, biar Dia yang menentukan.

Tetapi bagi kita umat tebusanNya, saya mengingatkan kepada kita semua... HATI-HATI terhadap pepatah tersebut. Karena TUHAN menginginkan kita dari awalnya, bukan hanya pada saat-saat akhir. Tuhan mau kita melibatkan dia diseluruh aspek kehidupan kita DARI AWAL SAMPAI AKHIR.
Mazmur 37:23-24 "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya".

Jelas bukan ? kerinduan hati TUHAN yang terdalam adalah setiap kita, anak-anakNya, umat tebusanNya mengijinkan dia menetapkan langkah-langkah hidup kita. Memang dalam menjalani langkah-langkah yang Tuhan tetapkan tidaklah mulus seperti jalan tol, akan ada halangan dan rintangan, juga ada saat dan waktunya dimana kita jatuh, tetapi kita tidak akan tergeletak dan dibiarkan hancur, TUHAN 100% bertanggung jawab, karena Dia yang menetapkan langkah-langkah hidup kita, dan Dia juga yang akan membuat kita mencapai tujuan hidup kita. Indah bukan ? Jika kita merencanakan hidup kita sendiri, kita sendiri dengan apa yang ada pada kita (tenaga, intelktual, uang, dll) yang bertanggung jawab terhadap jalan yang kita rencanakan dan kita tempuh.


Mari saudaraku semua, belum terlambat. Ijinkan mulai saat ini Tuhan menetapkan langkah-langkah hidup anda. Semua aspek dalam hidup anda (jodoh,masa depan,keuangan,dll) serahkan kepada Tuhan biarkan Dia yang membuat Master Plan kehidupan kita, tugas kita akan ringan, kuk kita akan ringan : TAAT SAJA. Jalani Master Plan yang sudah Dia buat, karena ada GARANSI PASTI BERHASIL, tentunya jika kita taat.


Dalam ladangNya

Leo Agustinus Yuwono

Labels: